Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2015

SOAL PSIKOTES TES WARTEG

Pada postingan sebelumnya dibahas mengenai tes Pauli / Koran, setelah mengerjakan tes papi ini kemudian peserta diminta mengerjakan tes warteg. Dalam  ini pakde karyo diberikan selembar kertas dengan delapan kotak. Masing-masing kotak sudah ada beberapa coretan. Tugas peserta tes adalah meneruskan coretan atau pola yang belum mempunyai bentuk tersebut agar menjadi sebuah obyek yang berarti. Berikut ini adalah bentuk soal tes warteg tersebut. Menurut teori,  awalnya tes warteg ini dibuat oleh Kruger dan Sander dari University of Leipzig, selanjutnya dikembangkan oleh Ehrig Wartegg. Tujuannya dalah untuk meneliti karakter kepribadian seseorangdalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality function yang dimiliki seseorang namun dengan intensitas dan interelasi berbeda. Dalam mengerjakan tes ini perlu sedikit trik agar dapat lulus sesuai dengan keinginan. Mari kita simak trik berikut : Jangan menggambar  secara  berurutan  1,2,3,4,5,6,7,8.  Gambarlah  secara

SOAL TES PSIKOLOGI TES KORAN

Menyambung postingan pakde karyo sebelumnya mengenai pengalaman mengikuti tes psikologi, kali ini akan di kupas tes berikutnya yaitu tes Kraeplin Pauli, orang biasanya menyebut tes koran, karena bentuknya yang memanjang seperti koran.  Sebenarnya saya tidak tahu apa fungsi tes ini, namun beberapa sumber menyabutkan bahwa tes koran berfungsi  untuk menilai :    Aspek keuletan (daya tahan) - tes ini menguji seberapa ulet seseorang menyelesaikan masalah rumit dan ambigu, dalam tempo yang terbatas, dan bagaimana tingkat konsistensinya. Aspek kemauan atau kehendak individu - Tes ini akan mengukur kemauan dan motivasi seseorang saat mengerjakan hal-hal yang rumit, dari sinilah nampak kekuatan daya juang seseorang. Aspek Emosi - Tes ini mengukur kemampuan seseorang dalam meredam dan mengendalikan diri pada saat sedang mendapat tekanan dalam pekerjaan yang cukup rumit.Hasil tes inilah yang akan digunakan untuk mengukur stabilitas seseorang yang sedang diperiksa. As

MEMBUAT FOTO BISA BERBICARA

Pada awalnya secara tidak sengaja pakde karyo menemukan video di youtube yang unik yaitu gambar di uang seribuan, lima ribuan bisa berbicara. Saya penasaran bagaimana cara membuatnya ya ?.  Dalam pikiran saya telah tergambar bagaimana memodifikasi foto anak saya yang masih imut agar dapat berbicara seperti di video yang ditemukan. Setelah beberapa hari googling akhirnya menemukan sebuah blog yaitu    https://trainergurumelekit.wordpress.com   yang menawarkan sebuah diklat untuk membuat animasi dari foto. Halaman demi halaman saya baca untuk mendapatkan gambaran ketrampilan apa saja yang di dapat dari diklat ini. Akhirnya saya putuskan untuk mengikuti diklat ini. Sayangnya ketika membuka informasi pendafratan diklat angkatan 15 telah ditutup sehingga kesempatan terlewati. Karena rasa penasaran belum hilang akhirnya pakde karyo menghubungi pengelola blog tersebut Bapak Saukani. Alhamdulillah beberapa hari kemudian pertanyaan saya dijawab bahwa akan ada angkatan ke 16 untu

SOAL PSIKOTES

 TES PAPI ( Perception and Preference Inventory ) Ini adalah pengalaman pertama pakde karyo mengikuti tes psikotes di UNAIR Surabaya. Tes dilakukan dengan berbagai model pemeriksaan antara lain tes logika penalaran, tes warteg , tes Kraeplien/Pauli , Draw a Man Test (DAM), menggambar pohon, army alpha intelegence test dan PAPI ( Perception and Preference Inventory ) . Dalam mengerjakan soal setiap tahap dipandu oleh petugas dengan cepat sekali. Berikut ini adalah soal tes PAPI. Dalam tes ini anda akan diberikan 90 pasang pernyataan. Jika memilih pernyataan pertama maka cara menjawabnya melingkari anak panah mendatar, namun jika memilih pernyataan kedua maka melingkari anak panah yang arah diagonal.  Ikutilah petunjuk    yang diberikan oleh pemandu. Saya seorang pekerja keras, Saya bukan seorang pemurung Saya suka bekerja lebih baik dari orang lain, Saya suka mengerjakan apa yang sedang saya kerjakan, sampai selesai Saya suka menunjukkan caranya melaksanakan sesuatu hal, S

MEMBUAT KARYA ILMIAH

Membuat karya ilmiah penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, apalagi seorang guru PNS  membuat karya ilmiah akan dinilai untuk memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat. Bahkan aturan kenaikan pangkat terbaru sangat menghargai penulisan karya ilmiah dengan memberikan skor angka kredit yang tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk merangsan para pendidik untuk gemar menulis.  Meski demikian rupanya harapan pemerintah belum terwujud karena masih banyak ditemukan guru tidak bisa naik pangkat karena terhambat oleh penulisan karya ilmiah. Hal ini disebabkan para guru mamsih banyak yang belum mengerti teknik penulisan karya ilmiah. Tulisan berikut bukan bermaksud untuk menggurui, namun hanya sekedar berbagi untuk rekan-rekan guru yang mungkin belum mulai menulis karya ilmiah. Berikut ini adalah langkah untuk menyusun karya ilmiah serta contoh penjelasannya: A.      Identifikasikan seluruh masalah yang dihadapai pada saat pembelajaran, kemudian pilih salah satu topik yang pal