SOAL TES PSIKOLOGI TES KORAN

Tes Kraeplin Pauli (Tes Koran): Fungsi, Cara Kerja & Tips Mengerjakannya

Serial Tes Psikologi · menyambung catatan Pakde Karyo

Tes Kraeplin Pauli, si “Tes Koran”: Apa yang Sebenarnya Diukur?

Lembar panjang berisi deretan angka itu punya nama resmi: Kraeplin Pauli. Berikut lima hal yang dinilai dari situ, cara menjumlahkan angkanya, dan latihan singkat untuk membiasakan diri.

Tes ini biasa disebut “tes koran” karena bentuk lembar soalnya memanjang seperti halaman koran — dicetak landscape, penuh kolom angka dari atas ke bawah. Nama aslinya adalah Kraeplin Pauli, gabungan dua metode yang dikembangkan Emil Kraepelin dan Richard Pauli untuk membaca pola kerja seseorang lewat cara ia menjumlahkan angka dalam waktu terbatas.

Bukan hasil hitungannya yang jadi fokus utama, melainkan pola-nya: seberapa stabil, seberapa cepat menyesuaikan diri saat instruksi berpindah kolom, dan seberapa tenang saat waktu mulai menekan. Dari pola itu, penilai membaca lima aspek berikut.

Lima Aspek yang Dinilai

  • Keuletan

    Daya tahan

    Seberapa ulet seseorang menyelesaikan soal yang rumit dan ambigu dalam tempo terbatas, serta seberapa konsisten kecepatannya dari awal sampai akhir kolom.

  • Kemauan

    Kehendak individu

    Mengukur motivasi saat mengerjakan hal yang rumit — dari sinilah terlihat seberapa besar daya juang seseorang saat soal terasa berat.

  • Emosi

    Kestabilan saat tertekan

    Mengukur kemampuan meredam dan mengendalikan diri saat mendapat tekanan dalam pekerjaan yang cukup rumit. Aspek ini yang paling sering dipakai untuk membaca stabilitas emosi peserta.

  • Adaptasi

    Penyesuaian diri

    Mengukur kecepatan seseorang menyesuaikan diri dengan sesuatu yang benar-benar baru — misalnya saat instruksi “pindah kolom” datang tiba-tiba.

  • Stabilitas

    Konsistensi antar tahap

    Tes Pauli dan Kraepelin biasanya terdiri dari beberapa map atau tahap. Aspek ini melihat apakah performa tetap stabil dari tahap ke tahap (mental practice stability), bukan cuma bagus di awal saja.

Bentuk Soal dan Cara Menjumlahkan

Peserta mendapat satu lembar panjang berisi banyak kolom angka yang tersusun vertikal. Tugasnya: menjumlahkan dua angka yang berdekatan, dari bawah ke atas, lalu menuliskan digit terakhirnya saja di sisi kanan angka yang di atas.

Contoh lembar tes Kraeplin Pauli berisi kolom-kolom angka yang harus dijumlahkan berpasangan
Contoh susunan angka pada lembar tes Kraeplin Pauli.

Dimulai dari pojok kiri bawah: 4 + 6 = 10 → ditulis 0 di sampingnya. Lanjut ke atas: 6 + 9 = 15 → ditulis 5. Begitu seterusnya sampai instruksi “PINDAH” diucapkan pemandu tes, lalu peserta langsung berpindah ke kolom berikutnya.

Coba Latihan Singkat

Jumlahkan dari bawah ke atas

Isi digit terakhir dari setiap penjumlahan dua angka yang berdekatan, lalu tekan “Cek jawaban”. Nyalakan pengatur waktu kalau mau merasakan tekanan tesnya.

00:00

Tips Supaya Nilai Maksimal

  1. Fokus penuh sejak kolom pertama — pemandu hanya memberi waktu beberapa detik sebelum instruksi “PINDAH” berikutnya.
  2. Jaga jumlah angka yang terselesaikan di setiap kolom relatif stabil, jangan cepat di awal lalu melambat drastis di akhir.
  3. Kalau grogi dan buru-buru, biasanya justru kolom berikutnya yang paling banyak salah — tarik napas sebentar saat pindah kolom.
  4. Latihan berulang dengan pengatur waktu jauh lebih efektif daripada latihan sekali dalam durasi lama.

Performa yang stabil dari kolom ke kolom biasanya dibaca sebagai tanda keuletan, emosi yang terjaga, dan kemauan yang tinggi — tiga dari lima aspek di atas. Semoga catatan ini membantu yang sedang bersiap menghadapi tesnya.

Ditulis ulang dari pengalaman pribadi mengikuti tes psikologi, menyambung catatan Pakde Karyo.