SOAL TES PSIKOLOGI TES KORAN
Maret 28, 2015Serial Tes Psikologi · menyambung catatan Pakde Karyo
Tes Kraeplin Pauli, si “Tes Koran”: Apa yang Sebenarnya Diukur?
Lembar panjang berisi deretan angka itu punya nama resmi: Kraeplin Pauli. Berikut lima hal yang dinilai dari situ, cara menjumlahkan angkanya, dan latihan singkat untuk membiasakan diri.
Tes ini biasa disebut “tes koran” karena bentuk lembar soalnya memanjang seperti halaman koran — dicetak landscape, penuh kolom angka dari atas ke bawah. Nama aslinya adalah Kraeplin Pauli, gabungan dua metode yang dikembangkan Emil Kraepelin dan Richard Pauli untuk membaca pola kerja seseorang lewat cara ia menjumlahkan angka dalam waktu terbatas.
Bukan hasil hitungannya yang jadi fokus utama, melainkan pola-nya: seberapa stabil, seberapa cepat menyesuaikan diri saat instruksi berpindah kolom, dan seberapa tenang saat waktu mulai menekan. Dari pola itu, penilai membaca lima aspek berikut.
Lima Aspek yang Dinilai
-
Keuletan
Daya tahan
Seberapa ulet seseorang menyelesaikan soal yang rumit dan ambigu dalam tempo terbatas, serta seberapa konsisten kecepatannya dari awal sampai akhir kolom.
-
Kemauan
Kehendak individu
Mengukur motivasi saat mengerjakan hal yang rumit — dari sinilah terlihat seberapa besar daya juang seseorang saat soal terasa berat.
-
Emosi
Kestabilan saat tertekan
Mengukur kemampuan meredam dan mengendalikan diri saat mendapat tekanan dalam pekerjaan yang cukup rumit. Aspek ini yang paling sering dipakai untuk membaca stabilitas emosi peserta.
-
Adaptasi
Penyesuaian diri
Mengukur kecepatan seseorang menyesuaikan diri dengan sesuatu yang benar-benar baru — misalnya saat instruksi “pindah kolom” datang tiba-tiba.
-
Stabilitas
Konsistensi antar tahap
Tes Pauli dan Kraepelin biasanya terdiri dari beberapa map atau tahap. Aspek ini melihat apakah performa tetap stabil dari tahap ke tahap (mental practice stability), bukan cuma bagus di awal saja.
Bentuk Soal dan Cara Menjumlahkan
Peserta mendapat satu lembar panjang berisi banyak kolom angka yang tersusun vertikal. Tugasnya: menjumlahkan dua angka yang berdekatan, dari bawah ke atas, lalu menuliskan digit terakhirnya saja di sisi kanan angka yang di atas.
Dimulai dari pojok kiri bawah: 4 + 6 = 10 → ditulis 0 di sampingnya. Lanjut ke atas: 6 + 9 = 15 → ditulis 5. Begitu seterusnya sampai instruksi “PINDAH” diucapkan pemandu tes, lalu peserta langsung berpindah ke kolom berikutnya.
Coba Latihan Singkat
Jumlahkan dari bawah ke atas
Isi digit terakhir dari setiap penjumlahan dua angka yang berdekatan, lalu tekan “Cek jawaban”. Nyalakan pengatur waktu kalau mau merasakan tekanan tesnya.
Tips Supaya Nilai Maksimal
- Fokus penuh sejak kolom pertama — pemandu hanya memberi waktu beberapa detik sebelum instruksi “PINDAH” berikutnya.
- Jaga jumlah angka yang terselesaikan di setiap kolom relatif stabil, jangan cepat di awal lalu melambat drastis di akhir.
- Kalau grogi dan buru-buru, biasanya justru kolom berikutnya yang paling banyak salah — tarik napas sebentar saat pindah kolom.
- Latihan berulang dengan pengatur waktu jauh lebih efektif daripada latihan sekali dalam durasi lama.
Performa yang stabil dari kolom ke kolom biasanya dibaca sebagai tanda keuletan, emosi yang terjaga, dan kemauan yang tinggi — tiga dari lima aspek di atas. Semoga catatan ini membantu yang sedang bersiap menghadapi tesnya.