LAILATUL QADAR MASIH ADAKAH ?

>> 14 September 2009


Lailatul qadar bagi seorang muslim merupakan suatu malam yang sangat istimewa karena saat itu digambarkan sebagai malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan. Umat islam biasanya ”berburu” malam lailatul qadar di hari-hari terakhir bulan ramadhan.

Namun keberadaan lailatul qadar sendiri masih diperdebatkan. Ada yang berkeyakinan bahwa sekarang lailatul qadar itu sekarang sudah tidak ada, sedangkan yang lain menganggap lailatul qadar selalu turun setiap tahun di bulan ramadhan. Lalu mana yang benar ?

Keyakinan bahwa lailatul qadar itu kebaikannya setara dengan seribu bulan adalah informasi dari Allah swt dalam alqur’an yang berbunyi :

Artinya : Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.(Qs.Al qadr:2-3)

Sebenarnya keberadaan lailatul qadar sendiri umat semua ulama sepakat ada. Namun ketika sudah sampai pada masalah,” apakah sampai sekarang masih ada lailatul qadar”, ada perbedaan pendapat. Dibawah ini adalah masing-masing argumen kedua pendapat tersebut.

  • Yang berkeyakinan Lailatul qadar sekarang sudah tidak ada :

Lailatul qadar hanya terjadi pada jaman nabi Muhammad setelah itu tidak ada lagi, karena :

    1. Perpedoman pada hadits berikut :

Adapun hadits bahwa suatu ketika Nabi pernah keluar untuk memberitahukan kapan Lailatul Qadr tapi beliau mendapati ada dua orang yang berselisih tentangnya. Lalu beliau bersabda, Aku keluar untuk mengabarkan kepada kalian tentang Lailatul Qadr akan tetapi si fulan dan si fulan berselisih, sehingga dia pun diangkat oleh Allah.” (HR. Al-Bukhari dari Ubadah bin Ash-Shamit, Muslim dari hadits Abu Said)

Hadits diatas menjelaskan bahwa lailatul qadar telah diangkat, artinya sudah dicabut dan tidak akan kembali lagi.

    1. Lailatul qadar yang dimaksud al qur’an adalah malam di saat pertama kali wahyu al-qur’an diturunkan (nuzulul qur’an).

Karena malam di gua hiro’ itulah awal dimulainya perubahan besar terhadap peradaban manusia dan datangnya petunjuk untuk membawa manusia kepada jalan yang benar, sehingga memiliki nilai yang sangat tinggi yakni lebih baik dari seribu bulan. Kejadian ini hanya berlangsung satu kali. Jadi malam kemuliaan itu hanya terjadi satu kali yakni saat pertama kali wahyu al-qur’an diturunkan yang bertepatan pada tanggal 17 ramadhan. Manusia yang tunduk dan patuh pada al qur’an itulah yang mendapat berkahnya lailatul qadar.

  • Yang berkeyakinan Lailatul Qadar masih ada

Argumen (dalilnya ) adalah sebagai berikut :

  1. Hadits riwayat Bukhari yang menyatakan lailatul qadar ”diangkat” Allah. Diangkat disini artinya bukan dicabut melainkan diangkat ilmu tentang penentuan kapan lailatul qadar turun.
  2. Banyak sekali hadits sahih yang mengisyaratkan lailatul qadar akan turun sampai kapanpun, hadits yang dimaksud adalah sebagi berikut :
  1. Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari) Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press)
  2. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Bahwa sekelompok orang dari sahabat Rasulullah saw. bermimpi melihat lailatulkadar pada hari ke tujuh yang terakhir. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Menurutku bahwa mimpi kalian pasti bertepatan dengan hari ke tujuh terakhir, maka barang siapa yang ingin menantinya, maka hendaklah ia menanti pada hari ke tujuh terakhir (bulan Ramadan). (Shahih Muslim No.1985)

  1. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:

Rasulullah saw. pernah melakukan iktikaf pada sepuluh hari pertengahan bulan Ramadan. Ketika mana waktu dua puluh malam telah berlalu dan akan menyambut malam yang kedua puluh satu, maka beliau kembali ke rumahnya dan sahabat yang beriktikaf bersama beliau juga kembali ke rumah mereka. Kemudian beliau bangun malam pada malam ia kembali dari iktikaf dan berpidato di hadapan sahabat serta menyuruh mereka untuk melaksanakan kehendak Allah lalu bersabda: Sungguh dahulu aku iktikaf pada sepuluh malam ini (sepuluh malam pertengahan) kemudian nampak olehku (melalui mimpi) untuk iktikaf pada sepuluh malam akhir. Barang siapa yang pernah iktikaf bersamaku, maka hendaklah ia tidur di tempat iktikafnya. Sesungguhnya aku telah melihat (lailatulkadar) pada malam-malam ini, tetapi lalu aku lupa (waktunya), maka cari dan nantikanlah malam itu di sepuluh malam akhir yang ganjil. Aku pernah bermimpi bahwa aku sujud di air dan lumpur. Abu Said Al-Khudri berkata: Pada malam kedua puluh satu, kami diturunkan hujan, sehingga air mengalir dari atap mesjid ke tempat salat Rasulullah saw., lalu aku memperhatikan beliau. Beliau sudah selesai dari salat Subuh dan pada wajah beliau basah dengan lumpur dan air. (Shahih Muslim No.1993)

  1. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Cari dan nantikanlah lailatul Qadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.1998)

  1. Dari Ibnu Umar r.a., katanya :

Bahwasannya beberapa orang pria sahabat Nabi saw diperlihatkan kepada mereka malam Qadar dalam tidur mereka pada tujuh yang akhir(bulan ramadhan). Rasulullah bersabda :,”aku melihat apa yang kamu lihat, dan aku setuju dengan tujuh yang akhir. Maka siapa hendak mencari-carinya carilah pada tujuh yang akhir.(sahih Bukhari III/992)

  1. Dari Abu Salamah ra, katanya :

Saya bertanya kepada Abu Said sahabatku. Katanya : Kami i’tikab beserta Nabi saw pada sepuluh pertengahan dari bulan ramadhan. Beliau keluar pagi hari yang kedua puluh lalu berkutbah di hadapan kami.

Sabda beliau,”diperlihatkan kepadaku Malam Qadar. Kemudian aku lupa malam itu. Carilah dalam sepuluh yang akhir pada bilangan ganjil. Sesungguhnya aku melihat, bahwasannya aku sujud dalam air dan tanah. Barangsiapa biasa beri’tikap beserta Rasulullah, hendaknya ia kembali. Karena itu kami kembali....dst .(sahih Bukhari III/993)

  1. Dari Aisyiah ra. Katanya, Rasulullah saw bersabda : ”Bersiap-siaplah untuk mendapatkan Malam Lailatul qadar itu pada bilangan ganjil dari sepuluh yang akhir dari bulan ramadhan. .(sahih Bukhari III/994)
  2. Dari Ibnu Abas ra., katanya Nabi saw bersabda :”Carilah malam qadar itu pada sepuluh yang akhir dari bulan ramadhan. Malam qadar itu berada pada hari ke sembilan, tujuh, atau lima yang akhir (dari bulan itu) .(sahih Bukhari III/995)

Berikut ini adalah ringkasan hadits Sahih Bukhari versi Muhammad Nashiruddin al-Albani :

  1. 987. Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah ber'itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan."

  1. 988. Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." (Yakni Lailatul Qadar 2/255).
  2. 989. Ibnu Abbas berkata, "Carilah pada tanggal dua puluh empat."
  3. 990. Ubadah ibnush-Shamit berkata, "Nabi keluar untuk memberitahukan kepada kami mengenai waktu tibanya Lailatul Qadar. Kemudian ada dua orang lelaki dari kaum muslimin yang berdebat. Beliau bersabda, '(Sesungguhnya aku 1/18) keluar untuk memberitahukan kepadamu tentang waktu datangnya Lailatul Qadar, tiba-tiba si Fulan dan si Fulan berbantah-bantahan. Lalu, diangkatlah pengetahuan tentang waktu Lailatul Qadar itu, namun hal itu lebih baik untukmu. Maka dari itu, carilah dia (Lailatul Qadar) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.' (Dalam satu riwayat: Carilah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima)."

Terus bagaimanakah sikap kita ? Silahkan pembaca mengambil keputusan sendiri berdasarkan keterangan diatas. Wallahu a’lam .(karyadi)

Artikel Terkait:

0 komentar:

Post a Comment

Klik banner berikut untuk mendapatkan webhosting gratis 100 % Web hosting

Followers :

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2013

KEMBALI KE ATAS