REMAJA STRESS

>> 06 September 2009


Kisah ini adalah kejadian seorang remaja yang sedang mencari jati dirinya. Untuk itu ia berjuang keras untuk mewujudkan impiannya. Ia memipikan sebuah cita-cita yang menurutnya adalah sangat mulia. Berhasilkah impiannya itu ?



Sepulang sekolah ia diajak teman sebangkunya yang bernama Erni untuk mengikuti sebuah kegiatan agama. Di kelas Erni terkenal sebagai siswa paling cantik, cerdas dan disegani karena berpakaian muslimah. Anak tersebut tidak kuasa menolak tawaran si cantik Erni.

Selesai mengikuti kegiatan Anak tersebut bergegas mampir ke mall untuk membeli sesuatu.
Akhirnya yang dicari di dapatkan semua dan ia segera pulang. Sampai di rumah ia langsung masuk kamar dan memakai baju muslimah yang baru di beli. Ia akan membuat kejutan bagi ayah dan ibunya yang sedang nonton TV di ruang tengah.
"Ibu dan ayah pasti senang", pikirnya sambil berjalan menuju ruang tengah.
Setelah sampai ruang tengah ayah dan ibunya benar-benar terkejut dengan mata terbelalak sambil memandangi anaknya.
Setelah beberapa menit tidak bisa bicara akhirnya ayah dan ibunya berkata,"Lepas semua pakaianmu itu aku tidak mau melihat kamu memakai baju muslimah titik.

Keesokan harinya ia kelihatan murung disekolah saat jam pertama pelajaran agama. Gurunya pun menanyakan permasalahannya. Akhirnya anak ini bercerita panjang lebar tentang sikap kedua orang tuanya yang melarang pakai baju muslimah.
"Pak, saya minta tolong agar bapak membujuk kedua orang tua saya agar mere memperbolehkan saya memakai baju muslimah", ia memelas minta pada guru agamanya.
Pak guru pun diam beberapa menit, kemudian berkata,"maap ya nak saya tidak bisa memenuhi permintaanmu".
Ia nampak kecewa sekali dengan sikap guru agama ini.

Keesokan harinya ia masuk ke ruang kepala sekolah, dan menceritakan rentetan kejadian yang menimpa dirinya.
selanjutnya ia berkata,"Pak ini adalah harapan terakhir saya, saya mohon Bapak Kepala bisa membujuk kedua orang tuaku agar mengijinkan aku memakai baju muslimah".
Dengan bijaksana kepala sekolah berkata,"Sebaiknya kamu jangan memakai baju muslimah nak, pakaianmu yang ini sudah cukup".

Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Anak tersebut semakin stress. Ia berpikir bahwa seluruh isi dunia ini sudah tidak bersahabat lagi dengan dirinya. Ini adalah langkah terakhir untuk menekan kedua orang tuanya dengan cara menempel tulisan di dinding yang berbunyi :
"Ayah, Ibu maapkan kesalahanku selama ini. Mulai hari ini aku akan pergi selama-lamanya dikamar ini".
Tulisan tersebut rupanya tok cer. Kedua ORTU-nya sambil gemetaran memanggilnya dari depan pintu kamar yang terkunci.
"Nak, kamu jangan bunuh diri.Ibu sangat menyayangimu, keluarlah nak", pinta ibunya memelas.
"Kalau Ibu dan Ayah menyayagimu mengapa aku di larang memakai baju muslimah ?", tanya anak ini gusar.
Ayahnya yang disamping ibunya menjawab," Hendro, Kamu ini anak laki-laki kok mau pakai baju muslimah".

Artikel ini pernah dimuat di buletin Nurul Hayat, denagn sedikit modifikasi.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Post a Comment

Klik banner berikut untuk mendapatkan webhosting gratis 100 % Web hosting

Tool Blog :

Search Engine Optimization Watch favourite links Reference Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Tukar link ?
Copy dan paste kode dibawah ini ke blog anda. Silahkan konfirmasi apabila anda telah memuat link ini saya akan memasang link anda disini.

Followers :

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2013

KEMBALI KE ATAS